Setiap perusahaan, baik yang sudah berkelas enterprise maupun masih pemula/startup tentu memiliki model bisnis dari usaha-nya.
Strategizer menyusun business model canvas agar dapat meringkat point-point penting dalam suatu bisnis, sehingga tidak diperlukan lagi dokumen tebal berlembar-lembar. Yang sayangnya dokumen yg banyak tersebut ternyata sulit dipahami oleh manajemen perusahaan.

Business Model Canvas terdiri dari 9 blok, seperti yang terlihat dibawah ini.

business model canvas by strategyzer
business model canvas by strategyzer

Sebenarnya apa sih kegunaan business model canvas?

Manfaat dari penggunaan business model canvas tergantung dari posisi kita dalam ekosistem bisnis, apakah kita sebagai pemilik bisnis atau kita di pihak yg akan menawarkan solusi bisnis ? 

Jika kita sebagai pemilik bisnis, maka business model canvas membantu memetakan proses bisnis kita untuk  mengetahui area-area kunci yang harus di kelola dengan tepat. 
Selanjutnya hal ini juga dapat digunakan untuk membuat hipotesa besaran profit bisnis perusahaan di masa kini dan masa datang.

Business Model Canvas juga dapat digunakan oleh marketer untuk memahami bisnis dari target customer-nya. Jika kamu adalah marketer yang memiliki prinsip customer centric, tentunya harus memahami lebih dahulu tentang bisnis dari customermu.
Jika dapat memahami bisnis dari customer, maka akan lebih mudah untuk mencari peluang yang bisa ditawarkan kepada customer. Karena pada dasarnya marketer adalah create business yang menguntungkan bagi kedua pihak (product owner & customer), bukan hanya untuk keuntungan pemilik solusi/produk belaka.

So, jika ingin mendapatkan pelanggan yang loyal, sustain dan bisa discale up....pahami business model canvas dulu!!