Kena efek dari Pandemi Covid19?
Diminta pemerintah dan kantor untuk Kerja Dari Rumah?

Istilah WFH = work from home ataupun WFA = work from anywhere, saat ini merebak dikalangan pekerja kantoran. 
Sebagian besar mengikuti anjuran untuk bekerja dari rumah, menemani anaknya yg belajar dari rumah dan istri yang sering belanja dari rumah (via olshop)  :D

foto: dok zoom
foto: dok zoom

Banyak yg mengaku kerja dari rumah adalah cara kerja digital, sehingga merekapun harus menggunakan sarana & prasaran digital.
Lihat saja, untuk ngobrol dan bertemu dg rekan sejawat ataupun rapat mereka menggunakan :

  1. Komputer/laptop dg fasilitas webcam
  2. Koneksi internet kentjang
  3. Aplikasi video conference yg mumpuni
     

Apakah hasilnya lebih berdaya guna? 
Ataukah acara semacam itu hanya untuk kelihatan tampil luar biasa?

Remote working adalah salah satu budaya kerja digital, dimana masing-masing talent bekerja secara self-managed menyelesaikan tugas masing-masing untuk menghasilkan outcome yang memberi value kepada stakeholder.


Karena tidak diperlukan adanya micro managed, maka setiap talent dipersilakan remote working dan bekerja dengan cara masing-masing untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan result kepada perusahaan.

Tidak harus selalu dikontrol tapi kesadaran dari masing-masing talent dalam bekerja.
So, tools apa yg harus digunakan? 
Video conference kan?  NOPE, BIG NO

Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, yang diperlukan adalah Objective / Goals dari suatu pekerjaan. 
Selanjutnya Goals tsb diturunkan dalam suatu task list
Task List akan dikerjakan oleh talent dalam suatu rentang waktu tertentu
Hasil pekerjaan akan ditampilkan dalam bentuk result ataupun outcome 
Result ataupun outcome diterima atau ditolak berdasarkan definisi pekerjaan selesai (DoD) yg ditentukan di awal oleh pemberi tugas atau secara mandiri.

Jadi tools utama dalam bekerja secara digital adalah CHECK LIST!
sehingga pekerja maupun atasan berpegang pada check list yang akan direview dalam rentang waktu tertentu.

Tools apa yg memudahkan untuk secara transparan dapat memacu pelaksanaan pekerjaan dan monitoring-nya?
Ada beberapa tools yg pernah penulis jalankan dan keberhasilan-nya sebenarnya tergantung pada konsistensi team, bukan karena tools. Setidaknya ada beberapa tools antara lain :

  • Kanban Methode menggunakan Google Sheet
  • Trello
  • Notions
  • Teams Microsoft
  • Jira
  • Basecamp, etc

Jika team anda hanya mengandalkan aplikasi video conference dan merasa bekerja secara remote dg baik, digital talent..... coba dicek result-nya.
Bisa jadi cara tsb hanya merubah obrolan di rapat yg panjang lebar tanpa tindak lanjut kedalam bentuk video conference.
Sadarkah kita, pelaksanaan video conference yg berlebihan menunjukkan :

  • kurangnya trust dari management ke employee
  • membuang buang waktu dg diskusi yg harusnya waktunya tsb digunakan utk bekerja
  • menambah biaya, sebab video conference yg terlalu sering & lama menyebabkan tergerusnya kuota internet yg cukup besar

Jadi masih suka sering nunjukin klo gi video conference daripada nunjukin output kerjaan?